Source Code:
#include <stdio.h>
main ()
{
//Deklarasi tipe data
int baris, kolom, elmb, elmk, kali, array[50][50];
printf("==============================");
printf("\n\n PROGRAM ARRAY 2 DIMENSI");
printf("\n\n==============================");
//Menginput banyak baris array
printf("\n\nInput Banyaknya Baris Array: "); scanf("%d", &baris);
//Menginput banyak kolom array
printf("\nInput Banyaknya Kolom Array: "); scanf("%d", &kolom);
//Input elemen-elemen array
printf("\n\nMasukkan Elemen-Elemen Array!\n");
for(elmb=0;elmb<baris;elmb++){
for(elmk=0;elmk<kolom;elmk++){
printf("\nArray[%d][%d] : ", elmb+1, elmk+1);
scanf("%d",&array[elmb][elmk]);
}
}
printf("\n");
//Menampilkan elemen-elemen array yang telah diinputkan
printf("\n*** Elemen Array yang telah diinputkan ***\n\n");
for(elmb=0;elmb<baris;elmb++){
for(elmk=0;elmk<kolom;elmk++){
printf("\t%7.0d", array[elmb][elmk]);
}
printf("\n\n");
}
//Proses perkalian elemen-elemen array
printf("\n*** Hasil Perkalian Elemen-Elemen Array ***");
kali=1;
for(elmb=0;elmb<baris;elmb++){
for(elmk=0;elmk<kolom;elmk++){
kali=kali*array[elmb][elmk];
}
}
//Menampilkan hasil perkalian elemen-elemen array
printf("\n\n\t\tHasil kali = %d", kali);
printf("\n");
}
Hasil program:
Algoritma:
//Deklarasi tipe data
Deklarasi:
array[50][50], baris, kolom, elmb, elmk, kali : integer
Deskripsi:
//Input banyaknya baris array
input baris array = baris
//Input banyaknya kolom array
input kolom array = kolom
//Menginput elemen-elemen array
for elmb = 0 to elmb<baris and
for elmk = 0 to elmk<kolom do
input elemen array = array[elmb][elmk]
end for
//Mencetak elemen-elemen array yang telah diinputkan
for elmb = 0 to elmb<baris and
for elmk = 0 to elmk<kolom do
write (array[elmb][elmk])
end for
//Proses perkalian elemen-elemen array
for elmb = 0 to elmb<baris and
for elmk = 0 to elmk<kolom do
kali = kali * array[elmb][elmk]
end for
//Mencetak hasil perkalian elemen-elemen array
write (kali)
Sabtu, 21 Oktober 2017
CSS Framework
Apa itu CSS Framework?
Berbicara CSS
Framework, tak lepas kaitannya dengan tampilan website. Bisa dibilang, CSS
Framework ini merupakan sebuah kerangka kerja yang penggunaannya digunakan
untuk standirisasi tampilan desain website, meliputi layout dan tema.
Untuk lebih
jelasnya, kita harus tahu dulu pengertian CSS. CSS merupakan singkatan dari
Cascading Stylesheet. Berdasarkan Wikipedia, CSS bukanlah sebuah bahasa
pemograman tetapi CSS ini serupa aturan yang fungsinya mengatur
komponen-komponen web sehingga lebih tersetruktur dan seragam.
Kalau
diibaratkan CSS ini serupa dengan aplikasi pengolah kata yang didalamnya
berfungsi untuk mengubah bentuk huruf seperti ukuran huruf, kemiringan huruf,
dan sebagainya. Bedanya, CSS ini digunakan bukan untuk pengolah kata melaikan
sebagai sarana untuk mengubah atau mengatur tampilan halaman web memakai bahasa
HTML dan XHTML.
Berikut
merupakan nama penerbit CSS Framework yang umum dan populer:
1. Blueprint CSS
Blueprint CSS termasuk CSS Framework
yang cukup lampau. Meskipun sudah lampau tapi CSS Framework ini masih
banyak digunakan oleh para pengembang web. Bahkan, boleh dibilang Blueprint CSS
ini yang kemudian menginspirasi pengembang untuk menciptakan CSS Framework
lain.
2. Bootstrap
Bootstrap adalah CSS Framework yang
sedang naik daun. Digunakan oleh Twitter dan dibagikan pula oleh situs
microblogging tersebut ke umum. Karena itu, CSS Framework ini punya
lisensi Free Public Open Source. Lisensi tersbeut memungkinkan para pengembang
untuk menggunakan bootstrap untuk berbagai keperluan, termasuk keperluan
komersil.
Fitur Bootstrap sudah terbilang
lengkap. CSS Framework ini sudah dilengkapi dengan fitur seperti UI, grid
system, responsiveness, dropdown menu, dan lain sebagainya.
3. Less Framework
Less Framework hadir sebagai CSS
Framework dengan konsep sederhana dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari fitur
dan tool yang memungkinkan penulisan CSS menjadi lebih sederhana layaknya
menulis kode PHP maupun Javascript. Penulisan kode untuk Grid System dan
Responsiveness juga dibuat lebih simpel berkat Less Framework ini.
4.
Foundation
Zurb, sebuah perusahaan web desain,
cukup berkontribusi besar dalam kehadiran CSS framework ini. Berkat mereka, CSS
Foundation hadir dengan fitur yang tidak kalah dengan CSS Framework lain. Hal
ini dapat dilihat dari berbagai fitur didalamnya yang sudah memenuhi fitur
standar sebuah CSS Framework.
5. Gumby
Jika menginginkan CSS Framework
alternatif Bootstrap, maka Gumby bisa jadi jawabannya. Sebabnya, fitur yang ada
di CSS Framework ini terbilang mirip dengan Bootstrap seperti grid
system, responsiveness, dan UI.
CSS
Framework ini terbilang cukup menarik. Apalagi CSS Framework ini hadir dengan
desain yang lebih khas dibandingkan yang lain.
Contoh Program Array
1. Program Array Menentukan Bilangan Terbesar dan Terkecil
#include <stdio.h>
main ()
{
int data [10];
int a,b;
int max,min;
printf("jumlah bilangan yang dimasukkan: ");
scanf ("%d",&a);
for (b=1;b<=a;b++) {
printf("\n\nbilangan ke-%d: ",b);
scanf("%d",&data [b]);
}
max=data[1];
min=data[1];
for (b=1;b<=a;b++){
if (data[b]>=max)
max=data[b];
else if (data[b]<=min)
min=data[b];
}
printf("\n\nnilai tertinggi:%d", max);
printf("\n\nnilai terendah:%d", min);
}
Hasil program:
2. Program Array Perkalian 2 Matriks
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main ()
{
int baris,kolom,CC,k;
int matriks[3][4],matriks2[3][4],c[3][4];
//input elemen array secara row major order
printf("---------------------------------\n");
printf("Input Elemen Matriks Pertama: \n");
printf("---------------------------------\n");
for(baris=0;baris<3;baris++)
{
for(kolom=0;kolom<4;kolom++)
{
printf("Matriks[%i][%i] : ",baris+1,kolom+1);
scanf("%i",&matriks[baris][kolom]);
}
}
printf("\n");
printf("---------------------------------\n");
printf("Input Elemen Matriks Kedua: \n");
printf("---------------------------------\n");
for(baris=0;baris<3;baris++)
{
for(kolom=0;kolom<4;kolom++)
{
printf("Matriks2[%i][%i] : ",baris+1,kolom+1);
scanf("%i",&matriks2[baris][kolom]);
}
}
//output elemen array secara row major order
printf("---------------------------------\n");
printf("Input Matriks yang diinput \n");
for(baris=0;baris<3;baris++)
{
for(kolom=0;kolom<4;kolom++)
{
printf("%5.0i",matriks[baris][kolom]);
}
printf("\n");
}
printf("---------------------------------\n");
printf("Input Matriks 2 yang diinput \n");
for(baris=0;baris<3;baris++)
{
for(kolom=0;kolom<4;kolom++)
{
printf("%5.0i",matriks2[baris][kolom]);
}
printf("\n");
}
//proses perkalian matriks
printf("---------------------------------\n");
for(baris=0;baris<3;baris++)
{
for(kolom=0;kolom<4;kolom++)
{
c[baris][kolom];
for(k=0;k<3;k++)
{
for(k=0;k<4;k++)
{
CC=matriks[baris][k]*matriks2[kolom][k];
c[baris][kolom]=c[baris][kolom]=CC;
}
}
}
}
//hasil cetak
printf("---------------------------------------\n");
printf("Hasil Perkalian Elemen Matriks adalah :\n");
for(baris=0;baris<3;baris++)
{
for(kolom=0;kolom<4;kolom++)
{
printf("|%5.0i|",c[baris][kolom]);
}
printf("\n");
}
getch();
}
Hasil program:
#include <stdio.h>
main ()
{
int data [10];
int a,b;
int max,min;
printf("jumlah bilangan yang dimasukkan: ");
scanf ("%d",&a);
for (b=1;b<=a;b++) {
printf("\n\nbilangan ke-%d: ",b);
scanf("%d",&data [b]);
}
max=data[1];
min=data[1];
for (b=1;b<=a;b++){
if (data[b]>=max)
max=data[b];
else if (data[b]<=min)
min=data[b];
}
printf("\n\nnilai tertinggi:%d", max);
printf("\n\nnilai terendah:%d", min);
}
Hasil program:
2. Program Array Perkalian 2 Matriks
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main ()
{
int baris,kolom,CC,k;
int matriks[3][4],matriks2[3][4],c[3][4];
//input elemen array secara row major order
printf("---------------------------------\n");
printf("Input Elemen Matriks Pertama: \n");
printf("---------------------------------\n");
for(baris=0;baris<3;baris++)
{
for(kolom=0;kolom<4;kolom++)
{
printf("Matriks[%i][%i] : ",baris+1,kolom+1);
scanf("%i",&matriks[baris][kolom]);
}
}
printf("\n");
printf("---------------------------------\n");
printf("Input Elemen Matriks Kedua: \n");
printf("---------------------------------\n");
for(baris=0;baris<3;baris++)
{
for(kolom=0;kolom<4;kolom++)
{
printf("Matriks2[%i][%i] : ",baris+1,kolom+1);
scanf("%i",&matriks2[baris][kolom]);
}
}
//output elemen array secara row major order
printf("---------------------------------\n");
printf("Input Matriks yang diinput \n");
for(baris=0;baris<3;baris++)
{
for(kolom=0;kolom<4;kolom++)
{
printf("%5.0i",matriks[baris][kolom]);
}
printf("\n");
}
printf("---------------------------------\n");
printf("Input Matriks 2 yang diinput \n");
for(baris=0;baris<3;baris++)
{
for(kolom=0;kolom<4;kolom++)
{
printf("%5.0i",matriks2[baris][kolom]);
}
printf("\n");
}
//proses perkalian matriks
printf("---------------------------------\n");
for(baris=0;baris<3;baris++)
{
for(kolom=0;kolom<4;kolom++)
{
c[baris][kolom];
for(k=0;k<3;k++)
{
for(k=0;k<4;k++)
{
CC=matriks[baris][k]*matriks2[kolom][k];
c[baris][kolom]=c[baris][kolom]=CC;
}
}
}
}
//hasil cetak
printf("---------------------------------------\n");
printf("Hasil Perkalian Elemen Matriks adalah :\n");
for(baris=0;baris<3;baris++)
{
for(kolom=0;kolom<4;kolom++)
{
printf("|%5.0i|",c[baris][kolom]);
}
printf("\n");
}
getch();
}
Hasil program:
Kamis, 05 Oktober 2017
Array
A. Pengertian Array
Array atau larik sendiri di
definisikan sebagai pemesanan alokasi memory berurutan. Definisi ini kurang
tepat, karena terjadi kerancuan antara struktur data dan representasinya.
Memang benar array hampir selalu di implementasikan menggunakan memory
berurutan tapi tidak selalu demikian. Semua elemem array bertipe sama. Array
cocok untuk organisasi kumpulan data homogen yang ukuran atau jumlah elemen
maksimumnya telah diketahui dari awal. Homogen adalah bahwa setiap elemen dari
sebuah array tertentu haruslah mempunyai tipe data yang sama.
B. Karakteristik Array
- Mempunyai batasan dari pemesanan alokasi memori (bersifat statis).
- Mempunyai tipe data sama (bersifat homogen).
- Dapat diakses secara acak.
C. Deklarasi Array
Ada tiga hal yang harus diketahui dalam
pendeklarasian, yaitu :
- Type data array.
- Nama variable array.
- Subkrip / index array.
Contoh deklarasi array :
int A[10]
→ Artinya variabel A adalah kumpulan data
sebanyak 10 bilangan bertipe integer.
D. Bentuk-Bentuk Array
1. Array Satu Dimensi
Array satu dimensi yaitu kumpulan
elemen-elemen identik yang hanya terdiri dari satu baris atau hanya satu kolom
saja alamat penyimpanan data (indeks). Elemen-elemen tersebut memiliki tipe
data yang sama, tetapi isi dari elemen tersebut boleh berbeda.
Bentuk umum :
Tipe_data namaArray[n] = {elemen0,
elemen1, elemen2,…..,n};
Ket: n = jumlah elemen
Contoh :
int ukur[5] = {39,
40. 41, 38, 40};
- int adalah tipe data yang berupa bilangan bulat.
- Ukur adalah nama variabel array.
- [5] adalah ukuran untuk menyatakan jumlah maksimal elemen array.
- {..} adalah tempat pemberian nilai/elemen array.
2. Array Dua Dimensi
Array dua dimensi sering digambarkan
sebagai sebuah matriks, merupakan perluasan dari array satu dimensi. Jika array
satu dimensi hanya terdiri dari sebuah baris dan beberapa kolom elemen, maka
array dua dimensi terdiri dari beberapa baris dan beberapa kolom elemen bertipe
sama sehingga dapat digambarkan sebagai berikut :
Bentuk umum :
Tipe_data namaArray [m][n] =
{{a,b,…z},{1,2,…,n-1}};
Contoh :
int lulus[4][3]; → Nilai 4 untuk menyatakan banyaknya
baris dan 3 untuk menyatakan banyaknya kolom.
Pendeklarasian array dua dimensi hampir
sama dengan pendeklarasian array satu dimensi, kecuali bahwa array dua dimensi
terdapat dua jumlah elemen yang terdapat dikurung kurung siku dan keduanya
boleh tidak sama. Elemen array dua dimensi diakses dengan menuliskan kedua
indeks elemennya dalam kurung.
3. Array MultiDimensi
Array ini seperti array dimensi dua
tetapi dapat memiliki ukuran yang lebih besar. Sebenarnya array dimensi banyak
ini tidak terlalu sering digunakan, tetapi sewaktu-waktu kalau dimensi yang
dibutuhkan banyak, maka array ini sangat memegang peranan yang penting.
Bentuk umum :
Tipe_data namaArray[ukuran ke-1][ukuran ke-2]…[ukuran ke-n];
Contoh :
int
data_huruf[2][8][8];
(Merupakan pendeklarasian array data_huruf
sebagai array berdimensi tiga).
Jenis - Jenis Operator Bahasa Pemrograman
Pengertian
Operator adalah simbol-simbol khusus yang digunakan untuk
mengoperasikan suatu nilai data (operand).
1. Operator Unary
Operator unary adalah operator yang hanya melibatkan sebuah operand. Adapun yang termasuk dalam kategori operator unary ini adalah sebagai berikut:
2. Operator Binary
2.a. Operator
Aritmatika
Operator aritmatika adalah operator yang digunakan
untuk melakukan operasi-operasi aritmetika. Adapun yang termasuk dalam
operator aritmetika di dalam C++ adalah seperti berikut ini:
2.b. Operator
Logika
Operator logika adalah operator yang digunakan
untuk melakukan operasi dimana nilai yang dihasilkan dari operasi
tersebut
hanya berupa nilai benar (true) dan salah (false).
Adapun yang
termasuk dalam
operator logika adalah seperti berikut:
2.c. Operator
Relasional
Operator relasional adalah operator yang digunakan untuk
menentukan relasi atau hubungan dari dua buah
operand. Operator ini ditempatkan di dalam sebuah ekspresi, yang kemudian akan
menentukan benar atau tidaknya sebuah ekspresi.
Yang termasuk
dalam kategori operasi
relasional adalah sebagai berikut:
2.d. Operator Bitwise
Operator yang digunakan untuk melakukan
operasi-operasi yang berhubungan dengan pemanipulasian bit. Operator
bitwise ini hanya dapat dilakukan pada operand yang bertipe char dan int
saja karena ini berkoresponden dengan tipe byte atau word di dalam bit.
Adapun yang termasuk dalam operator bitwise dalam C++ adalah sebagai
berikut:
2.e. Operator
Penugasan (Assignment)
Operator Penugasan (Assignment) adalah operator yang menggunakan tanda
sama dengan “=” untuk mengisi sebuah nilai dalam suatu variabel.
Misal :
a = 5;
A = 2 + b;
Penugasan dalam ungkapan a = 2 + (b+1);
Penugasan berganda a = b = c = d = e = 1;
Langganan:
Postingan (Atom)




